Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Publikasi BPTP Jateng



Banner3
MKRPL
banner2
Banner5
Banner4
PHSL IRRI
katam

Kalender Kegiatan

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini165
mod_vvisit_counterMinggu Ini2484
mod_vvisit_counterBulan Ini12993
mod_vvisit_counterSemua997862

Pengunjung saat ini

Terdapat 13 Tamu online


Pemanfaatan Embung untuk Pertanian di Musim Kemarau PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Senin, 19 Agustus 2013 14:12

Embung sebagai konservasi air di kawasan hutan jatiMusim kemarau adalah musim dimana curah hujan sedikit/jarang dan sumber air seperti sungai juga mulai berkurang airnya. Salah satu upaya mengatasi kekurangan air di musim kemarau adalah dengan embung. Embung adalah bangunan konservasi air berbentuk kolam/cekungan untuk menampung air dari hujan, parit atau sungai kecil, mata air serta sumber air lainnya untuk mendukung usaha pertanian pangan/hortikultura, perkebunan dan peternakan. Embung atau tandon air merupakan waduk berukuran mikro di lahan pertanian (small farm reservoir) yang dibangun untuk menampung kelebihan air hujan di musim hujan. Air yang ditampung tersebut selanjutnya digunakan sebagai sumber irigasi suplementer untuk budidaya komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi (high added value crops) di musim kemarau atau di saat curah hujan makin jarang. Embung merupakan salah satu teknik pemanenan air (water harvesting) yang sangat sesuai di segala jenis agroekosistem.  (disarikan dari berbagai sumber)

Embung juga dapat dibuat di kawasan hutan, seperti di wilayah KPH Telawa, Kecamatan  Kemusu, Kabupaten Boyolali. Embung di area ini berguna untuk mengairi tanaman kedelai yang ditanam di hutan jati. Upaya konservasi melalui pembuatan embung ini dilakukan BPTP Jawa Tengah dalam kegiatan SUT Kedelai di kawasan hutan untuk menyukseskan swasembada kedelai 2014.

Tujuan pembuatan embung,

  1. Menyediakan air untuk pengairan tanaman di musim kemarau.
  2. Meningkatkan produktivitas lahan, intensitas tanam, dan pendapatan petani di lahan tadah hujan.
  3. Mengaktifkan tenaga kerja pada musim kemarau sehingga mengurangi urbanisasi dari kota ke desa.
  4. Mencegah/mengurangi luapan air di musim hujan.

Lokasi :

Penempatan embung sebaiknya dekat dengan saluran air yang ada disekitarnya, supaya pada saat hujan, air di permukaan tanah mudah dialirkan ke dalam embung. Lebih baik lagi kalau dibuat di dekat areal pertanaman yang akan diairi. Lokasinya memiliki daerah tangkapan hujan. Pembangunan tidak terkait oleh luas pemilikan lahan. Petani yang berlahan sempit atau luas, dapat membuat embung sesuai kebutuhan.

Manfaat dan dampak :

  1. Untuk mengairi pertanaman terutama tanaman palawija, terutama pada musim kemarau
  2. Untuk memelihara ikan
  3. Keperluan minum ternak
  4. Memperbaiki vegetasi disekitarnya karena rembesan air
  5. Memperbanyak debit air sumur yang ada disekitarnya.
  6. Dapat dibuat dengan cara sedikit demi sedikit disesuaikan dengan tersedianya dana
  7. Bahan dapat dibuat dari plastic, permanen, dan dapat tanpa 2 material tersebut asal tanahnya lempung.
  8. Mencegah luapan air dan memasukkan air kedalam tanah.

(sumber : Ir. Suprapto, MP)

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Artikel Singkat Terkini

Meramu Pakan Komplit dengan Mesin Pencacah Pakan

article thumbnail

Pakan komplit adalah pakan lengkap yang mampu memenuhi kebutuhan zat gizi ternak khususnya ruminansia (sapi, kerbau, kambing,domba) selama 24 jam. Pakan komplit tersebut dibuat dari campuran pakan hij [ ... ]


Kulit Kopi Sebagai Komponen Pakan Perbibitan Sapi Potong

article thumbnail




Wilayah Jawa Tengah potensial sebagai penghasil limbah kopi berupa kulit kopi yang bisa dimanfaatkan sebagai komponen pakan ternak murah dan bergizi. Kulit  [ ... ]


Other Articles
Joomla Templates by JoomlaVision.com