Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Pengumuman

PHSL IRRI
Banner3
banner2
Banner5
banner1
katam
Banner4

Publikasi

Kalender Kegiatan

<<  Jul 2014  >>
 Mon  Tue  Wed  Thu  Fri  Sat  Sun 
   1  2  3  4  5  6
  7  8  910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini45
mod_vvisit_counterMinggu Ini1185
mod_vvisit_counterBulan Ini13260
mod_vvisit_counterSemua50354

Berita

Berita lainnya...

Video



Get the Flash Player to see this player.

time2online Joomla Extensions: Simple Video Flash Player Module

Link Terkait

Polling

Bagaimana Pendapat Anda Tantang Website Ini?
 

Info Teknologi

Budidaya Kentang

article thumbnail



Kentang termasuk tanaman semusim, berumur pendek, dan berbentuk semak/perdu. Varietas kentang yang banyak ditanam di Indonesia adalah kentang kuning Varietas Granola,  [ ... ]


Budidaya Bawang Merah Minimum Pestisida Kimia Sintetik

article thumbnail



Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura andalan di Jawa Tengah. Pengusahaan bawang merah telah dilakukan secara sangat intensif, namun demikian pengendal [ ... ]


Keripik Daun Singkong Rasa Paru

article thumbnail




Kripik paru biasa dikenal berasal dari bahan ternak sapi dan mempunyai cita rasa lezat. Saat ini telah ada teknologi baru untuk membuat keripik rasa paru dari  [ ... ]


Petunjuk Teknis Inseminasi Buatan Pada Ayam

article thumbnail


IB (Inseminasi Buatan) pada unggas khusunya ayam sebenarnya tidak sulit. Peralatannya dapat menggunakan alat-alat yang ada disekitar kita, sedang cara/tekniknya mu [ ... ]


Mocaf Sebagai Alternatif Substitusi Terigu

article thumbnail



Mocaf (modified cassava flour) adalah produk tepung dari ubikayu yang diproses secara fermentasi. Penampilan mocaf seperti terigu sehingga dapat dijadikan sebag [ ... ]


Ceriping Puyur

article thumbnail



Singkong atau ubi kayu dapat diolah menjadi berbagai macam olahan, salah satunya adalah ceriping/keripik. Ceriping ini dinamakan ceriping puyur, sangat mudah  pembua [ ... ]


Teknologi Lainnya ..


Inpari- 19 Layak Dikembangkan di Kradenan, Kabupaten Semarang PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Senin, 16 Desember 2013 00:00

Kepala Desa Kradenan saat presentasiBaru baru ini, BPTP Jawa Tengah melakukan evaluasi hasil kegiatan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Kabupaten Semarang pada 13 Desember 2013. Padi Varietas Unggul Baru (VUB) Inpari 18, 19 dan 20 ditanam di Desa Kradenan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang. Pada pertemuan evaluasi tersebut Suwito selaku Kepada Desa menyampaikan hasil kegiatan ini, bahwa di antara ketiga Inpari yang diujikan pada MT-2 di Desa Kradenan, maka Inpari-19 adalah yang terbaik, produksinya mencapai 7 ton/ha, rasanya pulen seperti Memberamo. Produksi gabah Inpari yang lain jauh lebih rendah dan produksinya tidak berbeda antara Inpari-18 dengan Inpari-20 yakni 5,5 ton/ha, namun produksi ini masih lebih baik dibandingkan dengan varietas padi lokal IR-64 yang biasa ditanam yaitu hanya 4,3 kg/ha. Berdasarkan keunggulannya tersebut, Bapak Kades menyimpulkan bahwa Inpari-19 sesuai untuk dikembangkan di Kradenan. Oleh sebab itu beliau mencoba lagi tanam Inpari-19 pada MT-3 dan ternyata hasilnya tetap bagus. Selain Bapak Kades, Suparmo sebagai Koordinator SL wilayah Semarang berpesan kepada petani peserta pertemuan, bahwa kalau ingin maju petani tidak boleh fanatik dengan kebiasaan tanam satu varietas padi saja, misalnya harus IR- 64. Kebiasaan tanam padi satu varietas secara terus menerus dapat menyebabkan timbulnya hama atau penyakit tanaman. Di wilayah Semarang yaitu di Kecamatan Kaliwungu pernah mendapat serangan wereng coklat lebih dahulu yang asalnya dari Banyubiru. Apabila mengetahui hal itu segera melaporkan kepada PPL agar segera dilakukan penanggulangannya. Petani harus lebih rajin memelihara sawahnya apabila terjadi hal demikian. Bapak Kades juga menyatakan bahwa di Desa Kradenan, sistem jajar legowo belum terlaksana sebagaimana mestinya karena tenaga kerja yang belum terlatih dengan sistem tersebut. (U)

LAST_UPDATED2
 
Varietas Unggul Nasional Krisan di Jawa Tengah PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Kamis, 12 Desember 2013 09:44

Varietas Dewi RatihVarietas Puspita NusantaraVarietas PasopatiSejak 1998 sampai 2011 Badan Litbang Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Hias telah melepas 43 varietas unggul nasional krisan. Varietas-varietas tersebut dapat berkembang di Jawa Tengah, khususnya di Bandungan dan sekitarnya. Di Bandungan sebagai daerah sentra produksi krisan di Jawa Tengah, petani pedagang dan pembeli dapat menerima varietas unggul nasional asalkan memiliki sifat-sifat sesuai kriteria kesukaan pengguna. Meskipun krisan dengan warna bunga kuning dan putih merupakan favorit, tetapi pengguna umumnya menyukai krisan dengan kriteria warna bunga tajam, ukuran dan bentuk bunga proporsional, tangkai bunga kokoh, bunga tidak cepat layu, tahan hama dan penyakit. Puspita Nusantara, Pasopati, dan Dewi Ratih adalah contoh varietas unggul nasional yang sangat populer di Bandungan.  Bahkan Puspita Nusantara merajai peredaran krisan dengan warna bunga kuning tipe spray (satu batang berisi beberapa tangkai bunga) di pasar induk tanaman hias Jetis, diikuti oleh Dewi Ratih dan Pasopati.  Menurut petani dan pedagang, Puspita Nusantara memiliki warna kuning tajam, warna bunga tabung kehijauan dan tidak cepat mekar, ukuran dan bentuk bunga proporsional, tangkai bunga kokoh, tidak cepat layu, tahan hama dan penyakit.  Varietas Pasopati memiliki warna merah tua tajam yang jarang dimiliki varietas lain dan Dewi Ratih sangat mudah  diperbanyak serta tahan penyakit karat.  Dari segi harga, pada bulan Oktober 2013 di pasar tanaman hias Jetis, Bandungan, Puspita Nusantara memiliki harga jual yang paling tinggi, yaitu Rp.12.000,00-Rp.13.000,00 per 10 tangkai, diikuti Pasopati Rp. 10.000,00 dan Dewi Ratih Rp. 8.000,00.

Meskipun Puspita Nusantara, Pasopati dan Dewi Ratih sangat disukai pengguna, tetapi luas tanam ke tiga varietas tersebut hanya mencapai 10% dari luas pertanaman krisan di Bandungan.  Faktor ketersediaan bibit, ketahanan terhadap hama dan penyakit, dan manajemen penanaman merupakan kendala yang menyebabkan luas tanamnya terbatas. Untuk lebih mempromosikan varietas unggul nasional krisan di Bandungan, telah dilakukan kegiatan Pengujian Varietas Unggul Nasional Krisan pada tahun 2009 dan 2012 di Bandungan kerjasama antara Balithi dengan BPTP Jawa Tengah.Pencapaian yang telah diraih oleh beberapa varietas unggul nasional krisan ini memberikan gambaran bahwa prospek varietas unggul nasional krisan dapat mengambil alih pemenuhan jenis-jenis krisan yang diperlukan pengguna, yang selama ini dipenuhi oleh varietas introduksi. (Yayuk A. Bety, R. Pangestuti, B. Prayudi)

LAST_UPDATED2
 
Swasembada Gula dan Pameran Hari Perkebunan Ke 56 PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Selasa, 10 Desember 2013 09:54

Stand BPTP Jawa Tengah pada Hari PerkebunanMesin Bud Chip yang ikut dipamerkanJawa Tengah menjadi tuan rumah penyelenggaraan Hari Perkebunan ke 56, dan puncaknya dilaksanakan pada 8-10 Desember 2013, di kebun Tlogo Plantation Resort, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Acara puncak ditandai dengan dibukanya pameran perkebunan, pada 8 Desember 2013, yang melengkapi rangkaian acara Hari Perkebunan ke 56. Tema Hari Perkebunan 2013 “Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan dan Pencapaian Swasembada Gula untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat“. Pembukaan acara ini oleh Gubernur Jawa Tengah yang diwakili oleh Asisten Kesra Setda Pemprov. Jawa Tengah, Ir. Djoko Sutrisno, M.Si. “Kegiatan ini sangat positif karena merupakan sarana untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan stakeholder tentang produk perkebunan utamanya produk unggulan yang ada di Jawa Tengah” demikian beliau mengawali sambutannya. Diingatkan pula kepada masyarakat perkebunan untuk memperkuat kelembagaan kelompok tani dan melibatkan masyarakat sekitar perkebunan dalam mengelola perkebunan, selain itu meningkatkan semangat untuk menumbuhkan usaha baru bidang perkebunan. Peserta pameran yang mencapai 100 stand, termasuk BPTP Jawa Tengah. Stand BPTP Jawa Tengah menampilkan tema yang sesuai dengan tema Hari Perkebunan tahun ini, yaitu swasembada gula dengan mendisplay tanaman tebu varietas unggul yaitu PSJT 941, PS 82, Bulu Lawang dan PSJK 922 dan mesin bud chip. Bud chips adalah teknologi percepatan pembibitan tebu dengan satu mata tunas yang diperoleh dengan menggunakan alat mesin bor. selain itu juga, media cetak diantaranya, leaflet, brosur, dan buku saku, poster juga media elektronik berupa pemutaran VCD. Selain itu ada juga produk olahan petani binaan BPTP Jateng berupa Nata de coco, VCO, minyak goreng kelapa serta aneka makanan, yang cukup menarik peminat pengunjung pameran.

LAST_UPDATED2
 
Kunjungan KWT Kabupaten Bero Kaltim di Lokasi M-KRPL Desa Puluhan PDF Cetak E-mail
Berita

KWT dari Kab. Bero menyempatkan berfoto bersamaSaat diskusi dengan pelaksana MKRPL desa PuluhanPelaksanaan M-KRPL di Desa Puluhan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten dimulai pada April 2012. Salah satu bentuk keberhasilan MKRPL Desa Puluhan ditunjukkan dengan peningkatan jumlah kepala keluarga (KK) yang terlibat dalam program tersebut. Semula MKRPL di Desa Puluhan hanya melibatkan satu dukuh yaitu Dukuh Karangpuluhan yang terdiri dari 34 KK, kemudian pada awal tahun 2013 berkembang ke lima dukuh dengan melibatkan 345 KK. Pelaksana M-KRPL di Desa Puluhan ini merasa senang memiliki kegiatan menata pekarangan rumah karena ada dukungan dari Kepala Desa. Kepala Desa Puluhan, Bapak Sajadi, sangat mendukung program ini dan bisa menyemangati warganya. Keberhasilan program pemanfaatan pekarangan ini telah mengantarkan Kepala Desa Puluhan mendapatkan penghargaan tidak hanya di tingkat propinsi Jawa Tengah, namun juga di tingkat nasional pada akhir 2012 berupa Adikarya Pangan Nusantara dari Presiden RI. Prestasi Desa Puluhan telah tersebar beritanya sampai ke seberang pulau Jawa, tepatnya Kalimantan. KWT Kabupaten Bero, Propinsi Kalimantan Timur pada 5 Desember 2013, mengunjungi KRPL Puluhan diikuti oleh 6 orang ibu-ibu dari perwakilan KWT yang ada di Kabupaten bero didampingi oleh 3 personil Balai Ketahanan Pangan. Maksud kunjungan ini adalah untuk belajar dengan melihat contoh langsung di lokasi M-KRPL yang meraih sukses. Rombongan mendapatkan penjelasan dari Bapak Sajadi yang kemudian diteruskan dengan Tanya jawab. Tim pendamping M-KRPL BPTP Jateng yang dipimpin oleh DR. Agus Supriyo menjelaskan tentang penataan pekarangan dengan tanaman semusim seperti bayam, sawi, kangkung, cabe, tomat, terong, kol, atau tanaman obat-obatan, juga menjelaskan kunci sukses penataan pekarangan antara lain 1) mengusahakan komoditas tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi, 2) harus ada kelembagaan pasar dan 3) harus ada KBD (kebun bibit desa) agar berkelanjutan. Lahan pekarangan di Jawa umumnya sempit sehingga pengelolaan tanaman banyak yang dilakukan di polybag, hal ini tentunya berbeda dengan di Kalimatan yang lahan pekarangannya luas sehingga pengelolaan tanaman sebaiknya dilakukan langsung dilahan yang tersedia. Acara terakhir adalah berkeliling ke kawasan rumah di Dukuh Karang Puluhan untuk melihat langsung kegiatan M-KRPL di desa tersebut. Semoga dapat inspirasi yang bermanfaat agar lebih sukses dalam mengembangkan M-KRPL di Kabupaten Bero.

 
Pupuk Hayati Unggul Hayati yang Efisien dan Berfungsi Sebagai Pestisida PDF Cetak E-mail
Berita

Penjelasan tentang PHUN oleh Prof. JatnikaKWT peserta Temu Lapang Demarea PHUNTemu lapang Demarea pupuk hayati unggul nasional (PHUN) pada tanaman cabai dilaksanakan di Desa Madugondo, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang pada 29 November 2013. Peserta temu lapang dihadiri ± 115 orang diantaranya Ketua Komite Inovasi Nasional (KIN) diwakili oleh Dr. Arief Iswariadi, Kepala BPTP Jawa Tengah diwakili oleh Dr. Forita Dyah Arianti, Inventor/Peneliti dari BPPT - LIPI, Badan Litbang Pertanian (Balit Tanah dan Balit Tanaman Hias), Koordinator Demarea Nasional yang diwakili oleh Prof. Dr. Ika Jatnika, IPB, dan beberapa tamu daerah (Tripida Kabupaten Magelang, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Magelang, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP), Koordinator POPT Distan TPH Kabupaten Magelang, Tripika Kecamatan Kajoran, Petugas Pertanian Lapangan, dan anggota Gapoktan lingkup Kecamatan Kajoran, anggota kelompok tani dan tokoh masyarakat Desa Madugondo). Melalui kegiatan Demarea para petani dapat belajar langsung di lapangan untuk membandingkan enam jenis PHUN yang diuji dengan pupuk menurut kebiasaan petani. Demarea diharapkan dapat mempercepat arus adopsi teknologi pupuk hayati untuk dikembangkan oleh masyarakat secara luas sekaligus untuk meningkatkan efisiensi penggunaan input (pupuk anorganik), serta diharapkan dapat terjadi interaksi antara peneliti, penyuluh , petani dan pihak swasta. PHUN hasil konsorsium Badan Litbang Pertanian, LIPI, BPPT dan IPB adalah inovasi agroinput untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik pada tanaman. Berdasar sambutan Ketua KIN, Koordinator Nasional Demarea PHUN, Kepala BPTP Jateng, Kepala Distan TPH dan Kepala BP2KP Kabupaten Magelang serta diskusi yang berkembang ada beberapa hal penting antara lain, (a) Petani mengharapkan ada produk pupuk hayati sebagai input yang dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan juga berfungsi sebagai pestisida (mengendalikan OPT). Pupuk yang berfungsi ganda demikian adalah pupuk hayati Glyokompos yang diproduksi oleh inventor dari Balit Tanaman Hias (Prof. Dr. Ika Jatnika). Pupuk hayati Glyokompos dapat mengendalikan patogen tanah (bakteri tular tanah) yang menyerang akar tanaman cabai dan menyebabkan penyakit busuk pangkal batang; (b) Pupuk hayati dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan dapat mengendalikan penyakit kuning pada cabai yang disebabkan oleh Bemicia sp., sehingga perlu dihindari penanaman tumpang sari dengan tanaman terung dan tomat karena kedua tanaman tersebut adalah inang kutu kebul (Bemicia sp.); (c). Melindungi tanaman cabai sejak di persemaian dengan penutup kassa untuk melindungi penyebab penyakit yang menyerang melalui; (d) Waktu tanam yang tepat dan serempak, serta mencegah sumber penyakit secara dini sejak di persemaian, dan menggunakan tanamanperangkap (tanaman jagung) yang dapat menurunkan serangan penyakit kuning dan penyakit layu yang disebabkan oleh jamur Fusarium dan Rhizoctonia. (FDA)

 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

SDM Profesional

Peneliti Madya
Joko Pramono, Ir. MP, menyelesaikan pendidikan S1 dalam bidang Ilmu Pertanian, program studi Budidaya Pertanian pada Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta (1988), S2 dalam bidang Agronomi pada Program Pascasarjana Ilmu Pertanian UGM Yogyakarta (2000). Gelar Doktor diperoleh pada 2013.
Joomla Templates by JoomlaVision.com