Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Polling

Info teknologi tentang apa yang anda butuhkan
 

Publikasi BPTP Jateng



MKRPL
Banner5
Banner3
banner1
Banner4
banner2
PHSL IRRI

Kalender Kegiatan

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini397
mod_vvisit_counterMinggu Ini2840
mod_vvisit_counterBulan Ini9991
mod_vvisit_counterSemua994860

Pengunjung saat ini

Terdapat 8 Tamu online

Berita

Berita lainnya...

Link Terkait

Info Teknologi

Mocaf Sebagai Alternatif Substitusi Terigu

article thumbnail



Mocaf (modified cassava flour) adalah produk tepung dari ubikayu yang diproses secara fermentasi. Penampilan mocaf seperti terigu sehingga dapat dijadikan sebag [ ... ]


Ceriping Puyur

article thumbnail



Singkong atau ubi kayu dapat diolah menjadi berbagai macam olahan, salah satunya adalah ceriping/keripik. Ceriping ini dinamakan ceriping puyur, sangat mudah  pembua [ ... ]


Manajemen Zooteknis Untuk Meningkatkan Produksi Ternak

article thumbnail



Manajemen zooteknis meliputi manajemen perkandangan, cara pemberian pakan, dan penanganan kesehatan ternak serta kebersihan lingkungan. Cara-cara pengelolaan ternak in [ ... ]


Budidaya Kelinci

article thumbnail



Ternak kelinci mempunyai keunggulan biologis dibandingkan ternak lainnya karena dapat dikawinkan setiap saat setelah dewasa. Daging kelinci enak dimakan dengan kandung [ ... ]


Tatalaksana Pemeliharaan Sapi

article thumbnail



Tatalaksana pemeliharaan sapi diantaranya termasuk juga program kesehatan ternak adalah suatu program penjagaan kesehatan ternak secara terpadu dalam suatu usaha pete [ ... ]


Mengenal Penyakit Reproduksi pada Sapi

article thumbnail



Gangguan reproduksi pada sapi potong yang sering mengakibatkan kegagalan dalam proses kelahiran antara lain Prolapsus, Retensi Plasenta, Distokia, dan Keluron. Penagg [ ... ]


Teknologi Lainnya ..


Pertanian Modern dan Teknologi Transplanter PDF Cetak E-mail
Berita

Mesin transplanter siap digunakanPersemaian untuk digunakan pada mesin transplanterTransplanter merupakan alat penanam bibit dengan jumlah, kedalaman, jarak dan kondisi penanaman yang seragam. Dalam kegiatan penanaman bibit padi di lahan sawah dengan menggunakan mesin transplanter dapat bekerja lebih efektif dan efisien dengan 4 baris sekali tanam pada jarak tanam 30 cm. Jarak tanam dapat diatur dengan penyetelan (setting) pada kuku penanam (planting claw) dengan jarak tanam yang paling ideal 30 x 18 cm. Sebagai bagian dari penggunaan mesin transplanter adalah penyediaan bibit atau persemaian bibit yang sesuai dengan kebutuhan atau persyaratan mesin transplanter. Unit perbibitan padi harus bekerja secara terintegrasi mulai dari penyediaan tanah sebagai media tanam, pupuk, benih, pembuatan dapog, memasukan tanah ke dapog, penaburan benih, penutupan benih dengan tanah, dan perawatan persemaian sampai siapa untuk ditanam. Untuk menggunakan mesin transplanter ada beberapa persyaratan diantaranya,

Persyaratan bibit

  1. umur 15 – 20 hari setelah sebar,
  2. kepadatan 2– 3 bibit/cm2,
  3. tinggi 10 – 20 cm,
  4. akar putih saling berkait sehingga dapat digulung menyatu,
  5. pertumbuhan merata dan seragam, dan (6) ketebalan tanah 2 – 2,5 cm, 2.

Persyaratan lahan,

  1. lahan datar,
  2. diolah sempurna,
  3. kedalaman kurang dari 40 cm,
  4. ketinggian genangan 1 – 3 cm,
  5. untuk tanah lempungan perlu pengendapan sekitar 1 – 2 hari, dan
  6. untuk tanah pasiran tidak diperlukan pengedapan.
 
Semangat Swasembada Gula di Jawa Tengah PDF Cetak E-mail
Berita

Peninjauan Lokasi Bongkar Ratoon TebuPerwakilan Komisi IV DPR RI saat  menerima kenang-kenangan Pada hari ketiga, 30 Oktober 2013, Rombongan Komisi IV DPR RI menuju Purbalingga untuk berdialog dan meninjau petani penerima Bongkar Ratoon Tebu serta meninjau pabrik pupuk organik. Diawali dengan sambutan Wakil Bupati Purbalingga yang menginformasikan tentang sekilas potensi Kabupaten Purbalingga dalam memproduksi rambut palsu dan bulu mata yang sudah dipakai oleh artis kelas dunia. Produksi hasil karya masyarakat Purbalingga yang lain adalah kenalpot kendaraan bermotor. Knalpot ini dipakai oleh merk mobil ternama di dunia yaitu Mercy. Selanjutnya Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Purbalingga menginformasikan bahwa dana APBN yang disalurkan untuk petani bongka ratoon tebu adalah bantuan saprotan berupa 8 ton/ha, pupuk organik, dan pupuk NPK. Ketua Komisi IV, Gus Rommy juga menginformasikan bahwa Jawa Tengah akan mendapatkan tambahan 52 unit traktor untuk kelompok tani. Badan Litbang Pertanian juga berkontribusi membantu 12 ekor sapi dan pendampingan teknologi dalam program integrasi tebu-ternak. Hasil Integrasi dapat memberikan nilai tambah berupa pupuk organik, dan biogas. Harapan Ketua Komisi IV DPR RI terhadap program bongkat ratoon tebu dan integrasi tebu ternak di Kabupaten Purbalingga dapat menopang swasembada gula. Bongkar ratoon sendiri adalah membongkar tunggul-tunggul bekas tanaman keprasan diganti dengan bibit baru, dan peningkatan kualitas bibit dengan penggunaan varietas unggul baru, sehingga dapat meningkatkan rendemen. Namun demikian, masih terdapat permasalahan yang dihadapi petani penerima program bongka ratoon tebu, yaitu (i) masalah rendemen tebu. Tahun 2013 secara nasional rendemen tebu hanya 6,5 sehingga harganya rendah akibatnya petani mengalami kerugian; (ii) jarak antara tebang sampai ke penggilingan umumnya lebih dari 6 jam sehingga saat digiling tebu tidak dapat menghasilkan kristal; (iii) Dana bansos seharusnya diarahkan pada perbibitan tebu dan alat tebang seperti harvester yang dimodifikasi dengan bagus. Komisi IV DPR RI juga menyoroti tentang kebijakan yang bertentangan antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Perindustrian tentang tebu. Kementerian Pertanian menginginkan swasembada gula sedangkan Kementerian Perindustrian menginginkan berdirinya pabrik ravinasi baru. Kemudian rombongan meninjau Balai Benih Permanan Kabupaten Banjarnegara yang menjadi persinggahan terakhir dalam kunjungan kerja Komisi IV DPR RI tersebut. (WH)

 
Perhatian Komisi IV DPR RI pada Perikanan dan Sapi PDF Cetak E-mail
Berita

Rombongan Komisi IV meninjau ke kandang sapiSapi kunkerKunjungan hari kedua, 29 Oktober 2013 rombongan menuju Pelabuhan Cilacap, meninjau Pelabuhan PPS Cilacap sekaligus berdialog dengan penerima kapal Inka Mina 30 GT dan PUMP perikanan tangkap. Sambutan diawali dengan paparan tentang kinerja pelabuhan (sarana prasarana, lelang ikan, dan kinerja nelayan penerima bantuan kapal) yang disampaikan oleh Direktur Jendral Perikanan Tangkap. Harapan Ketua dan anggota Komisi IV terhadap program manfaat adalah (i) kapal yang diberikan kepada nelayan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan pendapatan nelayan; (ii) menghimbau kepada Dirjen Perikanan Tangkap sebagai penyalur bantuan untuk memberikannya sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan; (iii) Komisi IV juga berharap bahwa Kapal yang sudah diberikan kepada nelayan dapat dimanfaatkan oleh nelayan tanpa membebani dengan biaya tambahan yang cukup besar yang memberatkan para nelayan. Jadi program tersebut harus betul-betul memberikan manfaat kepada penerimanya. Dari Cilacap rombongan bergerak menuju Baturaden (Purwokerto) meninjau pembesaran sapi hasil pembibitan yang dikelola oleh Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul Baturraden. Lokasinya terletak di Desa Cilongok, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, menempati lahan seluas 100 hektar. Lokasi tersebut merupakan center of excellent bagi petani/peternak, pengusaha, peneliti maupun akademisi. Rombongan komisi IV berharap bahwa fasilitas yang telah dibangun dengan dana APBN dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha maupun petani peternak sebagai pusat rujukan dalam mendapatkan bibit sapi unggul yang berkualitas. Kebutuhan bibit sapi unggul juga menjadi harapan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan daging sapi yang terus meningkat, sehingga Indonesia dapat mengurangi impor daging sapi yang akhir-akhir ini menjadi permasalahan dalam pemenuhan kebutuhan daging di Indonesia. (WH)

 
Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI Di Jawa Tengah PDF Cetak E-mail
Berita

Kunjungan Kerja hari Pertama di JatengSaat berkunjung ke Perum Bulog PurwokertoKunjungan kerja Komisi IV DPR RI pada Reses masa persidangan I yang dipimpin oleh H.M. Romahurmusiy, ST,MT  atau biasa dipanggil Gus Rommy di Jawa Tengah difokuskan di Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara selama 3 hari, dari tanggal 28 s/d 30 Oktober 2003. Hadir mendampingi dalam acara kunjungan tersebut diantaranya adalah Kepala Badan Litbang Pertanian (Dr. Haryono) beserta jajarannya, Dirjen Perikanan Tangkap, dan SKPD terkait. Hari pertama, 28 Oktober 2013 Komisi IV beserta rombongan menuju Purwokerto, makan malam sambil mendengarkan paparan Kepala Unit I Perhutani Jawa Tengah. Materi yang disampaikan adalah tentang PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat). Beberapa informasi tentang budaya, dan sistim bagi secara luas dipaparkan dalam pertemuan tersebut. Seperti kebiasaan masyarakat dalam memanfaatan lahan sekitar hutan untuk usaha pertanian. Ternyata masyarakat sekitar hutan lebih senang menanam jagung daripada kedele, padahal saat sekarang pemerintah sedang berusaha memenuhi kebutuhan kedele dari dalam negeri (tidak impor) sehingga diperlukan penambahan areal tanam untuk kedele, salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan lahan sekitar hutan untuk ditanami kedele. Dengan kondisi tersebut maka perhutani mengharapkan semua pihak/komponen secara bersama-sama dapat memberikan subsidi, kalau untuk lahannya perhutani siap menyediakan. Sementara itu pertanyaan yang diajukan oleh salah satu anggota Komisi IV kepada pihak perhutani adalah bagaimana antisipasi perhutani tentang permintaan kayu jati yang begitu besar, serta bagaimana mengamankan produksi kayu jati terhadap penebangan liar. Untuk memenuhi permintaan kayu jati,  Perhutani menanam varietas baru yang umurnya lebih pendek dibandingkan dengan yang lama. Sedangkan untuk mengatasi pembalakan liar perhutani mengajak masyarakat sekitar hutan utuk mengamankan hutan dengan sistim bagi hasil. Perum Bulog menjadi objek kunjungan terakhir, selain meninjau juga berdialog dengan Mitra Pengadaan Beras Bulog UPGB di Purwokerto. Hasil dengar pendapat dengan penerima dana manfaat dapat disimpulkan sebagai berikut: (i) petani yang bermitra dengan Bulog (Mitra Bulog) merasa aman walaupun untungnya kecil yaitu sekitar Rp 50-Rp 100 per kilogram dibandingkan bermitra dengan yang lain (swasta) yang mempunyai keuntungan lebih besar sekitar Rp 500-1000 per kilogram; (ii) berdasarkan  pengalaman petani di lapangan, bermitra dengan selain Bulog (swasta) mengalami kerugian karena ditipu oleh mitranya. Sehingga petani enggan bermitra dengan selain Bulog; (iii) Petani mengharapkan bantuan penggilingan padi dengan kapasitas giling yang lebih besar sehingga dapat memenuhi target yang sudah ditentukan oleh bulog; (iv) petani juga berharap adanya pendampingan teknologi dari pemerintah untuk meningkatkan produksi dan  produktivitas padi. Karena berdasarkan pengamatan mereka, petani sudah bekerja keras namun belum bekerja cerdas, sehingga perlu sentuhan teknologi dalam mendukung usahatani padi. Secara umum Bulog sudah mampu menyediakan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Tengah khususnya dan berkontribusi dalam mendukung mengamankan ketersediaan beras secara nasional.(WH)

 
Sambung Rasa Staf BPTP Jateng dengan Kepala BBP2TP PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Jumat, 25 Oktober 2013 00:00

Kepala BBP2TP dan Kepala BPTP Jawa TengahPeserta Sambung Rasa dengan Kepala BBP2TPDalam rangkaian kunjungan kerja di Jawa Tengah, Kepala BBP2TP, Dr. Agung Hendriadi, M.Eng. mengunjungi BPTP Jateng pada 24 Oktober 2013. Bersama dengan Kepala BPTP Bangka Belitung, Dr. Ir. A. Arivin Rivaie, M.Sc, beliau bersambung rasa dan diskusi dengan peneliti, penyuluh dan pejabat fungsional lainnya. Beberapa hal hasil sambung rasa dan diskusi dengan Kepala BBP2TP antara lain, 1) Perlu dibuat data SDM BPTP untuk pendidikan jangka panjang didalam maupun di luar negeri, 2) pengelolaan joglo Soropadan agar tetap berlanjut walaupun tidak ada kegiatan resmi sehingga lahan sekitar joglo tetap hijau dan secara bisnis dapat untuk melayani masyarakat yang memerlukan bibit atau produk; 3) Disetiap BPTP perlu menetapkan/memilih komoditas unggulan untuk pengkajiannya, 4) Penggunaan alat pertanian supaya memanfaatkan alat dari BB Mektan, 5) konsep pertanian organik, dirasa sangat berat, sebaiknya kita gunakan istilah ‘pertanian ramah lingkungan’, membangun pertanian alami dan seimbang. Kesempatan ini, Dr. Agung Hendriadi, M.Eng. menyempatkan diri berkeliling kantor BPTP Jateng, memberikan saran dan masukan tentang kelayakan sarana dan prasarana yang ada di BPTP Jawa Tengah untuk kemajuan dan keindahan estetika kantor BPTP Jawa Tengah.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

SDM Profesional

Peneliti Utama
Ir. Subiharta, menyelesaikan S1 pada Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada tahun 1982, jurusan Produksi Ternak.

Artikel Singkat Terkini

Aneka olahan Jambu Mete

article thumbnail




Jambu mete dapat diolah menjadi berbagai macam olahan seperti sirup, selai dan bahkan abon. Olahan ini berbahan baku daging buah yang biasanya tidak termanf [ ... ]


Kue Kuping Gajah Ubi Jalar

article thumbnail

Ubi jalar menjadi sumber karbohidrat non beras tertinggi ketiga di dunia setelah jagung dan ubi kayu. Kandungan b-karoten, vitamin, niasin, riboflavin, thiamin, dan mineral yang tinggi menjadikan ubi  [ ... ]


Other Articles
Joomla Templates by JoomlaVision.com