Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
banner1
Banner5
MKRPL
SMS Center
Banner4
banner2
katam

Publikasi

Kalender Kegiatan

<<  Sep 2014  >>
 Mon  Tue  Wed  Thu  Fri  Sat  Sun 
  1  2  3  4  5  6  7
  8  91011121314
15161718192021
22232425262728
2930     

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini316
mod_vvisit_counterMinggu Ini2461
mod_vvisit_counterBulan Ini2461
mod_vvisit_counterSemua83677

Berita

Berita lainnya...

Video



Get the Flash Player to see this player.

time2online Joomla Extensions: Simple Video Flash Player Module

Link Terkait

Polling

Bagaimana Pendapat Anda Tantang Website Ini?
 

Info Teknologi

Fermentasi Dedak Padi Untuk Pakan Sapi PO Jantan

article thumbnail

 

Keberhasilan program pemerintah dalam swasembada daging sapi perlu didukung antara lain dengan mengembangkan dan meningkatkan produktivitas sapi-sapi lokal PO maup [ ... ]


Budidaya Tomat

article thumbnail



Salah satu komoditas hortikultura yang dapat dikonsumsi sebagai sayuran atau buah segar adalah tomat. Tanaman tomat dapat ditanam didataran rendah sampai tinggi. Budida [ ... ]


Pengelolaan Organisme Pengganggu Tumbuhan Kentang

article thumbnail



Di beberapa daerah, kentang digunakan sebagai makanan pokok karena selain sebagai sumber utama karbohidrat juga mengandung vitamin B, vitamin C, dan vitamin A. Tanaman [ ... ]


Keripik Daun Singkong Rasa Paru

article thumbnail




Kripik paru biasa dikenal berasal dari bahan ternak sapi dan mempunyai cita rasa lezat. Saat ini telah ada teknologi baru untuk membuat keripik rasa paru dari  [ ... ]


Budidaya Brokoli

article thumbnail



Brokoli (Brassica oleracea cv Broccoli ) secara selintas mirip dengan kubis bunga. Warna kepala bunga ada yang hijau, ungu, putih, dan hijau muda, tergantung varietasn [ ... ]


Pembuatan Probiotik

article thumbnail


Probiobitik adalah istilah yang dipakai pada mikroorganisme hidup yang dapat memberikan efek baik efek baik pada organisme lain/inangnya. Probiotik dekomposer dimanfaat [ ... ]


Teknologi Lainnya ..


Mahasiswa Unwahas Semarang Menimba Ilmu di BPTP Jateng PDF Cetak E-mail
Berita

mhs

mhs1Sebanyak 17 mahasiswa fakultas pertanian, Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Semarang, melaksanakan praktikum mata kuliah kesuburan tanah di laboratorium kimia BPTP Jawa Tengah pada 22 Mei 2014. Praktikum didampingi oleh Ir. M. Chaeran, MS, selaku dosen pembimbing. Materi yang disampaikan adalah mengenai pemupukan hara spesifik lokasi (PHSL). PHSL adalah pendekatan dalam menentukan rekomendasi pemupukan tanaman padi sesuai kebutuhan tanaman, kondisi setempat, dan tingkat hasil yang dapat dicapai. Tujuan PHSL adalah meningkatkan hasil panen, dan pendapatan petani. Pentingnya contoh tanah untuk analisis kimia tanah adalah untuk 1) Mengetahui tingkat kesuburan tanah atau status hara tanah, 2) Menetapkan dosis pupuk, 3) Identifikasi pertumbuhan tanaman yang jelek, 4) Mengetahui tanggap tanaman terhadap pemupukan. Kegiatan praktek pelaksanaan penggunaan alat Perangkat Uji Tanah Sawah dan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTS dan PUTK), selanjutnya mahasiswa juga melihat dan belajar bagaimana sample tersebut dianalisa di laboratorium. Selain itu juga, dipaparkan aplikasi PHSL online. Diingatkan kepada para mahasiswa akan hal-hal penting terkait apa yang dipraktekkan, misalnya; contoh tanah yang diambil harus mewakili areal yang akan ditentukan rekomendasi pupuknya, untuk selanjutnya segera diproses, karena dinamis dan jauhkan dari pupuk, serta hindari kontaminasi. Para mahasiswa antusias dan tertarik pada semua yang dipelajari di laboratorium, begitu juga saat diskusi dengan pengelola laboratorium BPTP Jawa Tengah. Diharapkan semua yang telah dipelajari di BPTP Jawa Tengah dapat menjadi bekal, selanjutnya dipraktekkan dalam melayani masyarakat terutama petani di wilayah Indonesia.

 
Seminar Proposal 2014 PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Jumat, 14 Februari 2014 10:11

semprop1semprop2Seminar proposal kegiatan 2014 BPTP Jateng dilaksanakan mulai 10 sampai 13 Pebruari 2014 mempresentasikan 28 makalah. Dalam sambutan pembukaan kepala BPTP Jawa Tengah menekankan beberapa hal diantaranya; 1) Tujuan seminar adalah untuk mendapatkan masukan, 2) Pembahasan difokuskan pada metodologi (lokasi, waktu, ruang lingkup, tahapan, data, rancangan, analisis data) untuk mencapai keluaran, 3) Tim dalam kegiatan dari lintas disiplin ilmu (corporate), 4) Masalah Katam perlu ada sosialisasi, verifikasi dan validasi. Banyak masukan positif yang didapat para peneliti dan penyuluh penanggungjawab proposal 2014, beberapa diantaranya mendapat masukan yang bagus yang pada awalnya tidak terpikir untuk dituangkan dalam proposal. Poin penting lainnya yang dapat dicatat pada arahan Dr. Moh. Ismail Wahab, selaku kepala BPTP Jateng saat penutupan diantaranya adalah, 1) Untuk kegiatan diseminasi sayangnya belum ada bentuk yang jelas dan belum ada panduan khusus, 2) Pentingnya peran penyuluh dalam diseminasi, 3) Perlu ada pertemuan dengan mengundang BPP seluruh Jateng. Pertemuan ini untuk menjaring kebutuhan teknologi dan umpan balik terhadap teknologi yang telah didiseminasikan sekaligus menginventarisasi masalah di lapangan. Selain itu, saat pertemuan diharapkan dapat dibagikan benih varietas unggul Balitbang pertanian dan kompilasi publikasi terbitan BPTP Jateng dalam bentuk CD sebagai sarana sosialisasi dan diseminasi teknologi yang harus sampai kepada masyarakat. Kepala Balai juga mengingatkan 2 komoditas tanaman yang masih perlu digali lagi potensinya, yaitu kedelai dan tebu. Terakhir beliau mengharapkan saran dan masukan relevan yang didapat ditindaklanjuti dan agar proposal segera diperbaiki dalam waktu dekat.

LAST_UPDATED2
 
Kunjungan DPRD Kampar-Riau ke BPTP Jawa Tengah PDF Cetak E-mail
Berita

Ke labpublikasiRombongan yang terdiri atas sembilan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kampar, Provinsi Riau yang diketuai H.M. Rais S.Sos berkunjung ke BPTP Jateng pada 12 Pebruari 2014. Kunjungan bertujuan untuk mendapatkan informasi teknologi dalam berusahatani bawang merah dan budidaya sapi. Kepala BPTP Jateng, Dr. Moh. Ismail Wahab, dalam diskusinya menyarankan perlunya master plan potensi wilayah, untuk mendapatkan hasil pertanian yang optimal. Potensi wilayah dapat diperoleh dengan pemetaan Agro Ecology Zone (AEZ). Para anggota DPRD Kampar, tertarik untuk membuat peta AEZ Kabupaten Kampar. Hal lain yang menarik minat para anggota parlemen ini adalah budidaya tanaman kedelai dan padi gogo di kawasan hutan jati. Kedua jenis tanaman ini ditanam di bawah tegakan pohon jati. Hal ini dianggap menarik, karena diharapkan teknologi ini dapat diterapkan di wilayah Kabupaten Kampar yang sebagian besar lahan ditanami kelapa sawit.  Hanya saja, kedua tanaman ini dapat ditaman di bawah tegakan pohon sawit sebelum pohon-pohon sawit berumur 3 tahun, agar mendapat sinar matahari yang optimal untuk perkembangannya. Setelah diskusi, rombongan berkeliling area kantor BPTP Jateng antara lain mengunjungi laboratorium kimia BPTP Jawa Tengah, melihat peralatan yang dimiliki laboratorium dan informasi lain terkait kegiatan laboratorium. Kemudian ke lahan visitor plot, menyaksikan tanaman yang ditanam dan  kebun bibit. Selanjutnya, ke perpustakaan melihat koleksi perpustakaan dan beberapa koleksi publikasi terbitan BPTP Jateng diserahkan oleh Dr. Moh. Ismail Wahab kepada ketua rombongan sebagai bahan referensi.

 
Panen Raya Kodim 0714 bersama Masyarakat PDF Cetak E-mail
Berita

Panen ikan leleLahan yang asri dan dekat rumah susun TNIIbu-ibu Persit Kartika Candra Kirana panen tomatKomandan Kodim 0714 Salatiga juga ikut panenMahasiswa, siswa, kelompok tani dan prajurit kompak selaluUnit percontohan MKPL Kabupaten Semarang salah satunya di lahan milik Kodim 0714 Salatiga menempati lahan seluas + 6.000 m2, di desa Karangduren, Kecamatan Tengaran. Lahan bersebelahan dengan rumah susun TNI  saat ini masih dalam tahap penyelesaian. Posisi yang sangat strategis dan sesuai dengan konsep MKRPL yang mendukung ketahanan pangan rumah tangga, dalam hal ini rumah tangga TNI dan masyarakat sekitar. Lebih strategis lagi selain lokasinya yang berada pada jalur lintas Provinsi di Jawa Tengah karena terletak dipinggir jalan, lahan ini berhadapan langsung dengan pasar Kembangsari, sehingga tentunya jika ingin memasarkan hasil KPL akan lebih mudah. Panen kali ini, selain sayur-sayuran, juga kacang tanah dan kacang kedelai varietas unggulan Badan Litbang yaitu Grobogan. Di lahan TNI ini juga ada kolam lele, ternak bebek dan ayam buras. Panen dihadiri para prajurit TNI, Komandan Resort Militer (Danrem), Komandan Kodim (Dandim), ibu-ibu Persit Kartika Candra Kirana, siswa-siswa SMP sekitar lokasi, ada juga mahasiswa Fakultas Pertanian UKSW serta Kelompok Wanita Tani (KWT). Ternyata kesempatan baik ini, ibu-ibu dari KWT Sukatani selain dapat ikut panen dan menikmati hasilnya juga dapat berkomunikasi langsung dengan Danrem 073/Makuratama Salatiga, yang berjanji untuk mendampingi kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar lahan KPL, pun dalam kegiatan MKRPL. Kesempatan bagus ini juga, dimanfaatkan TVRI Stasiun Jawa Tengah merekamnya dan menayangkan pada berita sore. Rencana kedepan, seperti yang diterangkan Dandim Salatiga, Candra Tjahjono, lahan KPL yang telah berhasil baik ini akan dijadikan agrowisata, dan akan dibangun rumah makan dan kelengkapannya. Pengunjung dapat memetik sendiri langsung hasil KPL yang akan dibeli dan bahkan menikmati olahannya di rumah makan.

 
Budidaya Bawang Merah Minimum Pestisida Kimia Sintetik PDF Cetak E-mail
Berita

Bawang merahSemakin meningkatnya kesadaran konsumen akan mutu dan keamanan pangan serta besarnya potensi risiko dari praktek penggunaan pestisida kimia sintetik yang berlebihan, mendorong rakitan teknologi yang dapat meminimalkan penggunaan pestisida kimia sintetis. Mengurangi penggunaan pestisida kimia sintetik dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya :

1. Menggunakan agens hayati (biological control).

Pengendalian hayati terhadap hama penyakit dilakukan dengan memberikan mikroorganisme antagonis atau parasit ke jasad sasaran, seperti Trichoderma harziunum. Gliocladium sp. yang teruji efektif mengendalikan beberapa penyakit tanaman bawang merah serta Beauveria bassiana yang teruji efektif mengendalikan Spodoptera exigna (ulat grayak) yang merupakan hama utama pada bawang merah. Trochoderma dan Beauveria diberikan sebanyak 400 liter larutan/ha; aplikasi kedua jenis mikroorganisme tersebut dilakukan setiap minggu (8 kali dalam satu siklus tanam).

2. Menggunakan bahan nabati.

Pengendalian dengan bahan nabati dapat dilakukan secara rutin terhadap serangan hama dan penyakit. Contoh tanaman yang dapat digunakan diantaranya daun/biji Mimba (Azadirachta indica), Mindi (Melia azedarach), tembakau (Nicotiana tabacum) dan tanaman biofarmaka atau empon-empon lainnya. Dalam aplikasinya, bahan nabati ini membutuhkan pencampuran dengan bahan lain untuk meningkatkan keefektifan penggunaan.

Contoh ramuan bahan nabati untuk mengendalikan hama pada bawang merah :

Ramuan 1 :

Bahan :

  • Daun/biji Mimba 1 kg
  • Umbi gadung racun 2 buah
  • Deterjen/sabun colek sedikit
  • Air 20 liter

Cara membuat : Daun/biji mimba dan umbi gadung ditumbuk halus, ditambah deterjen/sabun colek aduk dengan 20 liter air, endapkan 24 jam, saring dan dapat disemprotkan pada tanaman.

Ramuan 2 :

Bahan :

- Limbah daun tembakau 200 kg

Cara membuat : Daun tembakau dihancurkan/ditumbuk/dihaluskan kemudian ditaburkan bersama pemupukan untuk 1 hektar. Limbah daun tembakau ini baik untuk mengendalikan penyakit karena jamur, bakteri dan mematoda.

3. Menggunakan pengendalian mekanik.

Pengendalian mekanik yaitu teknik pengendalian yang dilakukan dengan tangan manusia, alat atau bahan lainnya dengan tujuan mematikan, menghalangi, memindahkan atau menghalangi serangga hama. Beberapa teknik yang sering digunakan antara lain (1) pengambilan telur, larva, pupa atau imago hama dengan tangan lalu mematikannya, (2) menghilangkan atau memotong bagian tanaman yang terserang pathogen untuk menghilangkan sumber infeksi. Pengendalian Spodoptera exigna dapat dilakukan dengan memadukan beberapa teknik pengendalian mekanik yaitu mengumpulkan telur dan larva serta menggunakan perangkap lampu (light trap).

Aplikasi perangkap lampu :

Lampu yang dipergunakan bisa berupa lampu petromaks atau bola lampu listrik. Lampu tersebut digantungkan dengan ketinggian 50 cm dari permukaan tanah, dibawahnya disediakan tempayan/baskom dengan diameter tertentu, disesuaikan dengan lampu yang digunakan dan diisi dengan air bercampur detergen atau bahan pembunuh lain misalnya minyak tanah atau minyak pelumas bekas. Jarak lampu dengan bak perangkap ± 10cm. lampu perangkap dinyalakan selama kurang lebih 11 jam yaitu mulai pukul 18.30-05.30.

(sumber : Bambang Prayudi, Retno Pangestuti dan Hairil Anwar)

 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

SDM Profesional

Peneliti Utama
Ir. Teguh Prasetyo, MS. Menyelesaikan S1 pada Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dengan minat pada bidang Sosial Ekonomi, S2 di Fakultas Pascasarjana Universitas Padjadjaran dalam bidang Sistem Usahatani. Saat ini sebagai peneliti Sistem Usaha Pertanian pada Kelompok Peneliti Sosial Ekonomi, BPTP Jawa Tengah. Masuk ke Badan Litbang Pertanian pada 1982 melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, kemudian di tempatkan Sub Balai Penelitian Ternak Klepu (1984) dan di ...
Joomla Templates by JoomlaVision.com