Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Publikasi BPTP Jateng



Banner3
banner1
banner2
Banner4
katam
PHSL IRRI
MKRPL

Kalender Kegiatan

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini186
mod_vvisit_counterMinggu Ini2216
mod_vvisit_counterBulan Ini9367
mod_vvisit_counterSemua994236

Pengunjung saat ini

Terdapat 7 Tamu online
MKRPL

MODEL KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (M-KRPL)  BPTP JAWA TENGAH

Sebagai upaya meningkatkan peran serta masyarakat dalam menciptakan ketahanan pangan rumah tangga, sesuai amanat UU No 7 tahun 1996 dan PP No. 68 Tahun 2002 tentang ketahanan pangan, dilaksanakan kegiatan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL). MKRPL di Jawa Tengah dilaksanakan untuk sebagai suatu model optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan yang di Jawa Tengah mencapai 524.465 ha dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Lahan pekarangan di Jawa Tengah mencapai 524.465 ha dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Model – Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL). Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam menciptakan ketahanan pangan rumah tangga, sesuai dengan amanat UU No. 7 Tahun 1996 dan PP No. 68 Tahun 2002 tentang ketahanan pangan. Kegiatan M-KRPL di Jawa Tengah dilaksanakan dengan tujuan (1) Mengidentifikasi sistem pengelolaan pekarangan dan kemandirian pangan rumah tangga petani, (2) Mengetahui kelayakan teknis teknologi diversifikasi pangan berbasis sumberdaya lokal dan konservasi tanaman lokal di lahan pekarangan dalam satu kawasan melalui budidaya tanaman, ternak, pengolahan hasil serta pengolahan limbah menjadi kompos, (3) Mengetahui prospek kelestarian upaya pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan masyarakat dalam suatu kawasan, dan (4) Mengetahui kelayakan teknis dan sosial pengelolaan kebun bibit desa untuk pengelolaan pekarangan dalam satu kawasan

Hasil 2012

Pada 2012 MKRPL dilaksanakan di 19 lokasi yang terletak di 18 kabupaten. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa secara umum masyarakat merespon secara positif kegiatan yang dilaksanakan. Indikasinya jumlah peserta yang semula 935 KK meningkat menjadi 1.934 KK. Dampak langsung yang dirasakan oleh pelaksana adalah adanya penghematan pengeluaran/peningkatan pendapatan yang berkisar antara Rp. 1.000,- – RP. 25.683,-/KK/hari, tergantung kepada luas pekarangan, jenis komoditas, dan jumlah yang diusahakan. Perbaikan pola konsumsi pangan juga terjadi yang diindikasikan dengan adanya peningkatan pola pangan harian (PPH) dari semula 77,96 menjadi 81,22. Beberapa komoditas lokal telah mulai teridentifikasi, dan indikasi keberlanjutan pelaksanaan paska pembinaan mulai terlihat di beberapa lokasi. Respon positif dari stakeholder ditunjukkan dengan banyaknya kunjungan ke lokasi MKRPL, permintaan menjadi narasumber, serta replikasi dan eskalasi oleh kelompok tani, pemerintah kabupaten/kota, organisasi massa, dan TNI AD (Kodam IV Diponegoro).

Rencana 2013

Pada tahun 2013 MKRPL di Jawa Tengah akan dilaksanakan di 29 kabupaten dan 6 kota. Pada lokasi lama di 18 kabupaten kegiatan MKRPL akan dilanjutkan pembinaannya. Sementara itu pada setiap kabupaten kota akan dipilih masing-masing dua lokasi tambahan, sehingga dengan demikian pada setiap kabupaten/kota akan terdapat 2-3 desa/kelurahan sebagai lokasi model optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan. Pada setiap lokasi MKRPL akan dilaksanakan serangkaian kegiatan yang terdiri dari (1) Karakterisasi sistem pengelolaan pekarangan dan kemandirian Pangan Rumah Tangga, (2) Pengkajian Diversifikasi Pangan Perdesaan Berbasis Sumberdaya Lokal dan Konservasi Tanaman Lokal, dan (3) Pengembangan Kebun Bibit. Untuk mendukung pengembangan kebun bibit di tingkat desa (KBD), di tingkat provinsi juga akan dilaksanakan pengembangan Kebun Bibit Inti (KBI).

Artikel Singkat Terkini

Hijauan Kaliandra Sebagai Pengganti Pakan Konsentrat

article thumbnail




Penggemukan sapi merupakan usaha mempercepat produksi daging, selain ditentukan oleh bibit bakalan yang akan digemukkan dipengaruhi pula oleh kualitas pakan [ ... ]


Formulasi Pestisida Nabati

Trend peningkatan kesadaran perlindungan tanaman saat ini memunculkan penggunaan pestisida nabati. Fungsi pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang terbuat dari bahan dasar tumbuhan ini bukan [ ... ]


Other Articles
Joomla Templates by JoomlaVision.com