Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Publikasi BPTP Jateng



Banner5
Banner3
banner2
katam
banner1
Banner4
MKRPL

Kalender Kegiatan

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini287
mod_vvisit_counterMinggu Ini1320
mod_vvisit_counterBulan Ini11829
mod_vvisit_counterSemua996699

Pengunjung saat ini

Terdapat 6 Tamu online
KAJIAN PENERAPAN EFISIENSI PEMAKAIAN AIR PADA BUDIDAYA TANAMAN SEMUSIM DI LAHAN IRIGASI SEMI INTENSIF DAN LAHAN KERING BERBASIS DATA IKLIM PDF Cetak E-mail
Oleh Minarti Norma S...(et al)   
Selasa, 14 Desember 2010 13:36
Meinarti Norma Setiapermas, Sodiq Jauhari, Retno Pangestuti, Abadi, Eman Supratman

Selama pembangunan pertanian lebih berorientasi kepada pengembangan komoditas tanpa memperhatikan kesesuaian dan potensi sumberdaya air yang tesedia. Sistem pertanian yang demikian cenderung sulit beradaptasi terhadap perubahan iklim. Langkah operasional dalam mengantisipasi perubahan iklim menurut Fagi et al adalah : 1) Membuat rencana tanam dan pola tanam pada lokasi yang sering dilanda El-Nino, mengevaluasi karakteristik curah hujan serta pola ketersediaan air irigasi, 2) menyiapkan benih varietas yang relatif toleran kekeringan, berumur sangat genjah atau tanaman alternatif yang lebih toleran kering, 3) menyiapkan infrastruktur irigasi, 4) memanfaatkan sumber daya air alternatif dan menyiapkan program aksi pada musim hujan pasca El-Nino. Kegiatan ini bertujuan untuk Mendapatkan informasi data iklim dan waktu tanam yang tepat. Mendapatkan alternatif teknologi irigasi mikro yang mudah diterapkan petani pada waktu bera untuk mengurangi persentase kehilangan hasil pertanian dengan memanfaatkan sumber air yang tersedia. Keluaran kegiatan ini adalah a) Satu paket data curah hujan, waktu tanam dan persentase kehilangan hasil tanaman semusim (padi dan melon) serta satu paket alternatif teknologi irigasi untuk tanaman semusim di lahan sawah irigasi semi intensif dan lahan kering untuk peningkatan produksi padi dan melon pada musim kemarau. Sedangkan manfaat dari kegiatan ini jaringan irigasi dengan sistem pengairan berselang pada musim kemarau di lahan petani dapat meningkatkan produksi padi pada saat sumber air kurang. Pemakaian air dari sumber mata air yang ditampung dalam bak penampung ukuran kecil dan jaringan irigasi tetes pada tanaman hortikultura semusim merupakan salah satu alternatif teknologi yang diharapkan dapat meringankan petani dalam penyiraman yang selama ini dilakukan dengan manual. Metode pengkajian antara pengambilan data cuaca secara otomatis di sembilan lokasi, data yang terekam dalam kaset dibaca oleh program dalam komputer sehingga menghasilkan data yang dapat dicetak dalam bentuk exel, analisis data cuaca harian serta analisis data cuaca harian dan data agronomi menggunakan suatu program simulasi (program Crop Water Balance - Evapotranspiration). Sedangkan sub kegiatan lain adalah kajian penerapan efiesiensi pemakaian air pada budidaya padi dengan introduksi varietas padi yang toleran wereng coklat, pengairan berselang dan introduksi sistem tanam jajar legowo di lahan irigasi semi intensif. Sub kegiatan lain adalah kajian penerapan efiesiensi pemakaian air pada budidaya melon dengan introduksi varietas melon glamour, pengairan mikro (irigasi tetes termodifikasi) di lahan kering. Pengambilan data agronomi tinggi tanaman, kedalaman akar, fase vegeratif dan fase generatif sebagai input dalam program Crop Water Balance – Evapotranspiration . Hasil analisis simulasi dengan program CWB-Eto, untuk daerah Bawen padi hanya dapat ditanam dari bulan Januari sampai April 2009 sedangkan melon dari bulan Januari sampai April 2009. Hasil analisis simulasi dengan program CWB-Eto, untuk daerah Borobudur padi hanya dapat ditanam dari bulan Januari sampai Maret 2009 sedangkan untuk melon dari bulan Januari sampai Mei 2009.Hasil analisis simulasi dengan program CWB-Eto, untuk daerah Kretek padi hanya dapat ditanam Maret 2009 sedangkan untuk melon bulan Maret 2009. Hasil analisis simulasi dengan program CWB-Eto, untuk daerah Ngablak padi hanya dapat ditanam dari bulan Januari – April 2009 sedangkan untuk melon dari bulan Januari – Mei 2009 dan di bulan Oktober. Hasil analisis simulasi dengan program CWB-Eto, untuk daerah Parakan padi hanya dapat ditanam dari bulan dari bulan Januari sampai April sedangkan untuk melon dari bulan Januari sampai Mei dan di bulan September sampai Oktober 2009. Hasil analisis simulasi dengan program CWB-Eto, untuk daerah Borobudur padi hanya dapat ditanam dari bulan Januari sampai Maret 2009 sedangkan untuk melon dari bulan Januari sampai Mei 2009. Hasil analisis simulasi dengan program CWB-Eto, untuk daerah Soropadan padi hanya dapat ditanam dari Januari sampai Mei dan di bulan September sampai Oktober 200 sedangkan untuk melon dari bulan Januari sampai April. Hasil analisis simulasi dengan program CWB-Eto, untuk daerah Sukorejo padi hanya dapat ditanam dari bulan Januari sampai April sedangkan untuk melon dari bulan Januari sampai Mei. Untuk introduksi teknologi hemat dengan penggunaan air yang efisien pada tanaman padi dan melon yaitu dengan pengairan berselang dan jaringan irigasi tetes. Pada pemakaian teknologi pengairan berselang hasil panen ubinan tidak berbeda dengan pengairan biasa yaitu 9 ton /ha GKG. Namun berdasarkan simulasi dengan program CWB-ETo, padi dengan pengairan biasa mempunyai persentase kehilangan hasil sekitar 10 % (5.4 – 6.3 ton/ha) dan padi dengan pengairan berselang mempunyai persentase kehilangan hasil sekitar 50 % (3 – 3.5 ton/ha). Program simulasi ini hanya memprediksi hasil yang akan dicapai bila dengan pengairan saja. Sehingga pemakaian simulasi ini belum sempurna dalam prediksi hasil optmal karena masih ada input lain seperti pemupukan. Pada irigasi tetes, hasil simulasi tanpa pengairan, persentase kehilangan hasil dapat mencapai 60 % sedangkan dengan pengairan setiap hari sebanyak 1.2 liter setiap tanaman, persentase kehilangan hasil mencapai 30 % atau berat buah yang akan dicapai sekitar 1.6 kg/buah. Namun dalam kenyataan di lapang buah terkena hama ulat buah, sehingga berat buah hanya 0.9 kg/buah. Pemakaian teknologi hemat air pada tanaman semusim pada musim kemarau sangat diperlukan untuk mengantisipasi kekeringan. Penerapan teknologi ini perlu adanya penyuluhan, karena masih banyak petani tidak menerapkan efisiensi pemakaian air untuk tanaman.
 

Artikel Singkat Terkini

Kulit Kopi Sebagai Komponen Pakan Perbibitan Sapi Potong

article thumbnail




Wilayah Jawa Tengah potensial sebagai penghasil limbah kopi berupa kulit kopi yang bisa dimanfaatkan sebagai komponen pakan ternak murah dan bergizi. Kulit  [ ... ]


Formulasi Pestisida Nabati

Trend peningkatan kesadaran perlindungan tanaman saat ini memunculkan penggunaan pestisida nabati. Fungsi pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang terbuat dari bahan dasar tumbuhan ini bukan [ ... ]


Other Articles
Joomla Templates by JoomlaVision.com